Ada sebuah keluarga di
Negeri Antah Brantah, kehidupan keluarga ini memang sangat tergolong sederhana
namun keluarga ini sangat memperhatikan pendidikan anaknya walaupun mereka
harus lebih berkerja ekstra untuk dapat menyekolahkan anak mereka. Pada suatu
ketika anak mereka pun menyelesaikan pendidikan SMA-nya dan harus melanjutkan
keperguruan tinggi di kota X, mereka berusaha
sekuat tenaga sampai anak mereka dapat didaftarkan ke Perguruan Tinggi walaupun
mereka harus utang sana-sini bahkan menjual barang berharga mereka. Mereka
hanya berharap anak mereka tidak sebodoh mereka dan tidak mudah dibodahi orang
lain sehingga anak mereka pun dapat memperoleh kehidupan yang layak.
Jumat, 08 November 2013
Selasa, 15 Oktober 2013
KEGIATAN SEMINAR KERANGAMAN BUDAYA
Persoalan putusnya mata rantai
generasi penurus budaya
di Sumba menjadi suatu persoalan yang sangat hangat dibicarakan dikalangan
tokoh-tokoh yang peduli akan budaya Sumba. Di tengah maraknya perdebatan tentang persoalan budaya di Sumba,
Stube HEMAT Sumba mengambil bagian dalam mengkampayekan akan pentingnya
mempelajari budaya yang ada.
Dalam kegiatan ini
ada berbagai hal yang kami dapatkan dari kegiatan
ini, dimana selama ini kami sebagai anak muda generasi penerus bangsa terlebih
khusus Sumba tidak pernah mengetahuinya hal-hal tersebut. Dalam kegiatan ini
kami dibuka wawasannya untuk dapat mengetahui persoalan budaya yang ada di daerah selama ini, sehingga kami
pun dapat tahu akan kehidupan social yang terjadi di daerah kami.
Jumat, 16 Agustus 2013
Sebuah Refleksi Natal
26 Desember 2012 pukul 22:18
Natal...
Natal pada jaman sekarang ini telah mengalami pergeseran yang sangat pesat.
Natal bukan lagi merayakan hari damai sejahtera dengan datangnya juruslamat namun telah menjadi tradisi yang penuh dengan huru-hara, semua dilakukan dengan ribut2 dijalan sehingga damai itu hilang sekejap.
Kita telah menjadikan Natal tuk pesta/berfoya2 dengan mabuk2an, ribut sana-sini sehingga kita membuat orang lain tidak merasa damai pada hari NATAL. Kita telah membangkitkan emosional org dengan tingkah kita, yang membuat Natal sebagi ajang pesta pora. Semua sebenarnya tidak ada salahnya namun mari merenungi kembali arti Natal yang sebenarnya.
Yesus datang dengan kesederhanaannya Namun penuh dengan damai sejahtera, maka marilah kita rayakan juga dengan kesederhanaan namun penuh dengan damai sejaterah.
Mari kita kembalikan Natal pada arti yang sebenarnya dimana ada damai sejahtera yang kita dapatkan pada hari Natal.
Salam damai Natal buat kita semuanya.
Natal pada jaman sekarang ini telah mengalami pergeseran yang sangat pesat.
Natal bukan lagi merayakan hari damai sejahtera dengan datangnya juruslamat namun telah menjadi tradisi yang penuh dengan huru-hara, semua dilakukan dengan ribut2 dijalan sehingga damai itu hilang sekejap.
Kita telah menjadikan Natal tuk pesta/berfoya2 dengan mabuk2an, ribut sana-sini sehingga kita membuat orang lain tidak merasa damai pada hari NATAL. Kita telah membangkitkan emosional org dengan tingkah kita, yang membuat Natal sebagi ajang pesta pora. Semua sebenarnya tidak ada salahnya namun mari merenungi kembali arti Natal yang sebenarnya.
Yesus datang dengan kesederhanaannya Namun penuh dengan damai sejahtera, maka marilah kita rayakan juga dengan kesederhanaan namun penuh dengan damai sejaterah.
Mari kita kembalikan Natal pada arti yang sebenarnya dimana ada damai sejahtera yang kita dapatkan pada hari Natal.
Salam damai Natal buat kita semuanya.
RENUNGAN REFLEKSI KEMERDEKAAN INDONESIA
Merdeka...!!!
Sebuah perjalanan yang cukup
panjang setelah 68 tahun yang lalu bangsa ini bebas dari penjajahan bangsa
asing dan menyatakan kemerdekaanya pada dunia internasional. Namun apa yang
dimaksud dengan kemerdekaan itu sendiri, apakah kemerdekaan itu sudah
benar-benar terwujud bagi bangsa Indonesia.
Pada tangga 17 agustus 1964 dalam
pidatonya bung karno mengatakan Revolusi
kita bukan sekedar mengusir pemerintahan Belanda dari Indonesia. Revolusi kita
menujuh lebih jauh lagi dari pada itu. Revolusi Indonesia menujuh tiga kerangka
yang sudah terkenal. Revolusi Indonesia menujuh kepada sosialisme! Revolusi Indonesia
menujuh kepeda dunia Baru tanpa exploitation
de I’homme par I’homme ‘dan ‘explitation de nation par nation’. Kalimat ini
selalu di kumandangkan oleh Soekarno agar dapat membakar semangat bangsa Indonesia
sehingga benar-benar keluar dari yang namanya eksploitasi, penindasan,
penghisapan manusia oleh manusia yang lain.
Selasa, 18 Juni 2013
Negeri Robot
Sejuta harap dari rakyat
Mengharapkan belas kasihan dari sang pemimpin
Mengukir asa dalam anggan
Tuk memdapat pertimbangan
Semuanya kini tinggal asa
Asa yang telah kabur ditelan sang waktu
Terbawa oleh dinginnya malam
Membawa malah petaka buat rakyat
Negeri ini negeri robot
Yang digerakkan oleh sang penguasa
Yang membuat keputusan demi kepentingan pencitraan
Negeri ini punya remot
Yang bisa digerakkan kesana kemari oleh sang pemimapin
Yang berdalil dengan kepetingan rakyat
Namun mengadaikan kepentingan
Tuk dapat membangun citra diri
Demi mempertahankan kekuasaan
Mengharapkan belas kasihan dari sang pemimpin
Mengukir asa dalam anggan
Tuk memdapat pertimbangan
Semuanya kini tinggal asa
Asa yang telah kabur ditelan sang waktu
Terbawa oleh dinginnya malam
Membawa malah petaka buat rakyat
Negeri ini negeri robot
Yang digerakkan oleh sang penguasa
Yang membuat keputusan demi kepentingan pencitraan
Negeri ini punya remot
Yang bisa digerakkan kesana kemari oleh sang pemimapin
Yang berdalil dengan kepetingan rakyat
Namun mengadaikan kepentingan
Tuk dapat membangun citra diri
Demi mempertahankan kekuasaan
Selasa, 28 Mei 2013
Bingung.......
Aku ingin meraih semua mimpi itu namun, aku tak tw yang satunya harus mulai dari mana. Saya tau mw terlalu banyak beretorika, aku ingin perbuatan nyata yang bisa berimbas buat orang lain. Ada satu yang aku takutkan dalam memjalankan semuanya itu, aku takut adanya campur tangan dari orang2 politik sehingga dapat melunturkan semuanya itu. Aku ingin semuanya berjalan dengan murni, murni demi kemanusia. Murni demi memanusiakan manusia, tak ada kepentingan yang terselubung disana. Aku ingin semuanya itu berasal dari rasa keprihatinan semata. Aku tak mw membuat bom waktu buat diriku dan sekitarku, sungguh aku tak ingin itu menjadi boomerang kedepannya karena aku ingin itu berjalan dengan baik demi dan untuk daerah tercinta ini. Aku bosan melihat program2 palsu yang ada, dengan semuanya karena di dalamnya terlalu banyak kepentingan yang mengatas namakan rakyat atau atas nama kemanusiaan padahal semua semuanya hanya palsu. Ku ingin murni, namun masih adakah yang bisa bersama dengan kemurniaan itu???. Ini juga menjadi pertanyaan bagiku sebab terbanyak juga kemunafikan yang ada. Sungguh aku masih tetap bingung dengan semuanya..
Minggu, 19 Mei 2013
KU BUKAN YG SEMPURNA
Dalam hidupku terkadang banyak kesalahan
yang ku lakukan, kesalahan2 itu ku lakukan
baik segaja ataupun tak segaja. Aku sering
menyakiti hati sesamaku baik sadar ataupun
tak sadar sehingga membuat hati sesamaku
menjadi tawar hatinya.
Mgkin terlalu naif ku katakan ini di lembaran
bodoh, namun tak banyak yang dapat ku
perbuat tuk menghapus semua kesalahan itu
karena ku tak tahu apa dan siapa yang telah
ku sakiti. Aku hanya dapat mengucapkan kata
MAAF AKU di lembaran ini, dengan harapan
orang yang perna ku sakiti dapat membaca.
Aku tak mau membawa semuanya itu dalam
ajalku, makanya biarlah lembaran ini menjadi
saluran permintaan MAAF buatku sebelum ajal
itu menjemputku. Aku tak perna tau kapan
ajal itu datang namun yang ku tau cepat atau
lambat ajal itu akan datang tuk menjemputku.
Untuk para sahabat, saudara, teman karib,
org yang ku cintai serta semua yang
mengenalku. Biarlah lembaran ini menjadi
saluran permintaan maafku jika hari2
kemarin, hari ini, besok dan hari2 yang akan
datang aku perna menyakiti perasaan kalian
baik itu segaja ataupun tak segaja. Baik itu
melalui perkataanku ataupun perbuatanku.
Semua ini ku tulis karena aku tak mw suatu
hari aku pergi dengan menyimpan sejuta luka
di alam ini.
KU MOHON MAAF PADAMU SEKALIAN.
yang ku lakukan, kesalahan2 itu ku lakukan
baik segaja ataupun tak segaja. Aku sering
menyakiti hati sesamaku baik sadar ataupun
tak sadar sehingga membuat hati sesamaku
menjadi tawar hatinya.
Mgkin terlalu naif ku katakan ini di lembaran
bodoh, namun tak banyak yang dapat ku
perbuat tuk menghapus semua kesalahan itu
karena ku tak tahu apa dan siapa yang telah
ku sakiti. Aku hanya dapat mengucapkan kata
MAAF AKU di lembaran ini, dengan harapan
orang yang perna ku sakiti dapat membaca.
Aku tak mau membawa semuanya itu dalam
ajalku, makanya biarlah lembaran ini menjadi
saluran permintaan MAAF buatku sebelum ajal
itu menjemputku. Aku tak perna tau kapan
ajal itu datang namun yang ku tau cepat atau
lambat ajal itu akan datang tuk menjemputku.
Untuk para sahabat, saudara, teman karib,
org yang ku cintai serta semua yang
mengenalku. Biarlah lembaran ini menjadi
saluran permintaan maafku jika hari2
kemarin, hari ini, besok dan hari2 yang akan
datang aku perna menyakiti perasaan kalian
baik itu segaja ataupun tak segaja. Baik itu
melalui perkataanku ataupun perbuatanku.
Semua ini ku tulis karena aku tak mw suatu
hari aku pergi dengan menyimpan sejuta luka
di alam ini.
KU MOHON MAAF PADAMU SEKALIAN.
Alam Rindu
Beralaskan rindu di gelap malam,
Berselimutkan kabut mengali asa.
Kuingin bercanda tawa denganmu,
Mengali impian bersama dikelap malam.
Wahai sang bintang,,,
Sampaikan rinduku padanya,
katakan padanya, rindu tuk melihat senyumnya,
Rinduku melihat canda tawanya.
Berselimutkan kabut mengali asa.
Kuingin bercanda tawa denganmu,
Mengali impian bersama dikelap malam.
Wahai sang bintang,,,
Sampaikan rinduku padanya,
katakan padanya, rindu tuk melihat senyumnya,
Rinduku melihat canda tawanya.
Selasa, 23 April 2013
JENUH
Ah,,, biarkan malm ini menjadi kelam
ku tenggelam dalam hanyalku
mengharapkan sang bintang jatuh
tuk menunjukkan keajaiban-NYA
ah,, aku mulai jenuh dengan hidupku sendiri
yang semakin hari semakin kelam
tak ada sebuah ketenangan
aku ingin berlari,,,,
sekuat mungkin
tuk mengarungi samudra yang begitu kelam
ku tenggelam dalam hanyalku
mengharapkan sang bintang jatuh
tuk menunjukkan keajaiban-NYA
ah,, aku mulai jenuh dengan hidupku sendiri
yang semakin hari semakin kelam
tak ada sebuah ketenangan
aku ingin berlari,,,,
sekuat mungkin
tuk mengarungi samudra yang begitu kelam
Minggu, 20 Januari 2013
Asal-Usul Pancasila
Pohon sukun itu, yang berdiri kokoh di atas bukit, menghadap kelaut. Di situlah, pada tahun 1934 hingga 1938, Soekarno banyak merenung. Beberapa saksi sejarah menuturkan, salah satu hasil perenungan Bung Karno di bawah pohon sukun itu adalah Pancasila.
Pohon sukun itu kemudian diberi nama “pohon Pancasila”. Lalu, lapangan—dulunya bukit—tempat sukun itu berdiri di beri nama “Lapangan Pancasila”. Di Ende, sebuah kota indah di Pulau Flores, Soekarno menjahit ide-ide besarnya mengenai Indonesia masa depan, termasuk ideologi Pancasila.
Akan tetapi, kita belum tahu seberapa besar pengaruh pengalaman Soekarno di Ende dalam perumusan Pancasila. Fakta-fakta soal ini masih sangat minim. Yuke Ardhiati, seorang arsitek yang penelitiannya sempat menyinggung soal ini, mengatakan, pemikiran Soekarno di Ende sudah meliputi semua sila Pancasila. Saat itu, katanya, Soekarno menyebut sebagai Lima Butir Mutiara.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
