Kesibukan membuat saya melupakan kalau
hari ini adalah hari perempuan internasional sehingga tak ada satupun sahabat,
saudara atau kerabat yang saya ucapkan selamat hari perempuan. Oleh sebab itu,
mengawali tulisan ini saya mohon maaf kepada semuanya atas keterlambatan ucapan
selamat bagi kaum yang bagi saya adalah kaum yang paling tangguh dalam
peradaban manusia. Tak munafik bagi kita kalau kita mengatakan bahwa perempuan
adalah kaum yang paling tangguh atau lebih tangguh dari kaum adam. Betapa tidak
perempuan yang selama ini kita anggap adalah kaum yang paling lemah ternyata
merekalah yang paling tangguh dari kaum adam. Ini dapat kita lihat dalam
kehidupan kita hari lepas hari dimana kaum perempuanlah yang berkerja keras
dari pertama dia membuka mata sampai pada saat dia menutup matanya.
Dalam buku Pancasila Sebagai Dasar Negara yang ditulis oleh Bung Karno, Bung
Karno dengan jelas mengatakan :
“Wanita
yang pertama kali membuat apa yang kita namakan rumah. Belum rumah seperti
sekarang, meskinpun rumah desa pun. Sangat sederhana. Wanita yang ditinggalkan
suaminya ke hutan mengembala, tinggal dengan anaknya. Hujan. Kemudian timbul
pemikiran menyusun daun-daun pisang atau lainya untuk bernaung di bawahnya. Begrip
pertama daripada atap. Jadi wanita adalah makluk pertama yang mendapatkan apa
yang dinamakan civilzation, peradaban.
Wanita
yang membuat periuk, wanita yang menjahit kulit, wanita yang mengayam serat
menjadi tenunan kasar. Wanita yang bercocok tanam, mula-mula.