Senin, 13 April 2015

Dongeng Dua Waktu Mentari



Langkah kecil bergulir melaju, menabrak seekor anjing dikala malam
Menghempas sunyi, dan harap esok tannpa mendung
Menerjang malam dalam kebekuan kabut selatan gubuk yang terlupa.
Dalam hari yang akan ku jejaki, adakah sejuta pilu terhapuskan?
Ya, jawab mentari yang menanti esok hari.

Minggu, 12 April 2015

MIMPI MENGAPAI BINTANG



Matahari pagi di ufuk timur, tersenyum manis menyapa indahnya semesta alam ini. Ku termenung sendiri dalam keheningan pagi yang indah itu. Ada sejuta tanya yang berkecamuk dalam jiwa ini, yang tak dapat ku jelaskan dengan akal sehat ku sendiri.
Aku masih termenung melihat sang surya penuh makna, berkecamuk dengan gejolak jiwa ku sendiri yang aku pun tak mengerti. Aku tersentak dalam lamunan yang panjang dan tersadarkan bahwa waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi itu.

Kamis, 02 April 2015

KELUH KESAN


Dari kejauhan ku menatapmu jauh disana.
Ku melihatmu begitu mungil dan seksi.
Kau bagaikan bunga yang sedang mekar.
Mencoba berkembang mengapai mimpi.
Deru pantai menghiasi mu dari kejauhan.
Ah,,, aku seakan melihat kehampaan dilain sisi.
Aku seakan melihat kemunafikan yg menyelimuti.
KEBODOHAN
KEMISKINAN
PENINDASAN
KETIDAK-ADILAN
KEKERASAN
PERSINAHAN
SERTA MASIH BANYAK LAGI YANG KU TEMUI DARIMU.
Kau bagai kota yang penuh dengan lumpur kemunafikan.
Para pemimpinmu bagai tak sadar dengan apa yang terjadi.
KUHARAP SUATU SAAT NANTI KAU BOLEH DISELIMUTI OLEH KEADILAN DAN KEMAKMURAN.