AMA MUDA MELAKUKAN AKSI PEMBAGIAN
PAMFLET

Gejolak politik yang semaikin alot serta maraknya
politik uang dan menurunnya tinggat partisipasi masyarakat dari tahun ke tahun
membuat kita harus bisa memberikan pencarahan pada masyarakat akan dampak dari
politik uang serta pentingnya partisipasi dalam pemilu. Pemilu yang damai
merupakan hal yang tidak kalah pentingnya sebab dengan pemilu damai kita akan
menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan tepat untuk duduk dalam parlemen
yang ada.
Berdasarkan hal tersebut di atas serta menindak
lanjuti kegiatan sebelumnya maka Stube hemat melakukan aliansi bersama beberapa
organisasi yang ada di kota waingapu. Adapun nama dari aliansi tersebut adalah
Aliansi Masyarakat Untuk Pemilu Damai
(Ama-Muda), aliansi ini menggelar aksi simpatik di Trafic Light (Lampu
Lalulintas) Pertigaan Payeti, Kecamatan Kambera dan Pasar Inpres Matawai,
Kecamatan Kota Waingapu., Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, untuk
menyuarakan penolakan terhadap praktek golput dan politik uang dalam Pemilihan
Legislatif 09 April yang akan datang serta menghimbau masyarakat untuk
bersama-sama mewujudkan politik damai dan berkualitas
Dalam aksi ini juga disampaikan kepada masyarakat
bahwa dengan kita memilih untuk
golput =
kita membiarkan politik busuk untuk berkuasa, sehingga harapan dari aksi ini
adalah dapat memberikan pencerahan pada masyarakat untuk mengunakan hak
suaranya pada pemilu legislatif yang akan datang. Ama Muda membentangkan tiga
spanduk yang dengan seruan agar bersama dalam mewujudkan pemilu yang damai dan
ikut serta dalam memilih pada tanggal 09 april nanti dan menolak segala bentuk
politik uang yang terjadi. Ama Muda berharap agar masyarakat melaporkan jika
menemui ada orang yang melakukan politik uang/membeli suara. Aksi ini pun
menghibau masyarakat agar dapat memilih calon wakil rakyat terbaik di antara
yang baik, bila tidak ada pilihlah yang kurang buruk di antara yang buruk.

Dalam aksi ini, gabungan GMKI cabang waingapu, GMNI
cabang waingapu, Stube HEMAT yang berkerja sama dengan KPUD setempat
menggunakan pakaian khas Sumtim berupa kain tenun ikat khas setempat yang lazim
disebut Hinggi Kombu dan Lau Pahikung itu. Kami segaja mengunakan segaja
mengunakan pakaian kas Sumba, biar membangkitkan kesadaran bahwa sejak dulu
leluhur Sumba sudah mengedepankan musyarawah dan mufakat melalui
pribadi-pribadi yang terpercaya untuk suarakan aspirasinya, sehingga dalam
ksempatan tersebut kami sangat berharap agar masyaqrakat sadar bahwa kita harus
bisa berpartisipasi dalam pemilu serta dapat menyukseskan pemilu yang akan
datang. Dalam kegiatan ini banyak masyarakat yang antusias dalam menerima
pamflet yang dibagikan, bahkan banyak masyarakat yang bersyukur dengan adanya
kegiatan ini karena dapat mengingatkan masyarakat untuk tidak golput serta bisa
menjaga hati dari pengaruh buruk golput dan politik uang.
Pada akhir kegiatan semua peserta aksi kembali ke
Skretarit Stube HEMAT Sumba untuk berkumpul dan evaluasi kegiatan dan
mempersiapkan aksi berikutnya di Lewa yang jatuh pada tanggal 05 april sabtu
mendatang.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar