Kamis, 03 April 2014



AMA MUDA MELAKUKAN AKSI PEMBAGIAN PAMFLET
Gejolak politik yang semaikin alot serta maraknya politik uang dan menurunnya tinggat partisipasi masyarakat dari tahun ke tahun membuat kita harus bisa memberikan pencarahan pada masyarakat akan dampak dari politik uang serta pentingnya partisipasi dalam pemilu. Pemilu yang damai merupakan hal yang tidak kalah pentingnya sebab dengan pemilu damai kita akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan tepat untuk duduk dalam parlemen yang ada.
Berdasarkan hal tersebut di atas serta menindak lanjuti kegiatan sebelumnya maka Stube hemat melakukan aliansi bersama beberapa organisasi yang ada di kota waingapu. Adapun nama dari aliansi tersebut adalah  Aliansi Masyarakat Untuk Pemilu Damai (Ama-Muda), aliansi ini menggelar aksi simpatik di Trafic Light (Lampu Lalulintas) Pertigaan Payeti, Kecamatan Kambera dan Pasar Inpres Matawai, Kecamatan Kota Waingapu., Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, untuk menyuarakan penolakan terhadap praktek golput dan politik uang dalam Pemilihan Legislatif 09 April yang akan datang serta menghimbau masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan politik damai dan berkualitas
Dalam aksi ini juga disampaikan kepada masyarakat bahwa dengan kita memilih untuk  golput = kita membiarkan politik busuk untuk berkuasa, sehingga harapan dari aksi ini adalah dapat memberikan pencerahan pada masyarakat untuk mengunakan hak suaranya pada pemilu legislatif yang akan datang. Ama Muda membentangkan tiga spanduk yang dengan seruan agar bersama dalam mewujudkan pemilu yang damai dan ikut serta dalam memilih pada tanggal 09 april nanti dan menolak segala bentuk politik uang yang terjadi. Ama Muda berharap agar masyarakat melaporkan jika menemui ada orang yang melakukan politik uang/membeli suara. Aksi ini pun menghibau masyarakat agar dapat memilih calon wakil rakyat terbaik di antara yang baik, bila tidak ada pilihlah yang kurang buruk di antara yang buruk.
Dalam aksi ini, gabungan GMKI cabang waingapu, GMNI cabang waingapu, Stube HEMAT yang berkerja sama dengan KPUD setempat menggunakan pakaian khas Sumtim berupa kain tenun ikat khas setempat yang lazim disebut Hinggi Kombu dan Lau Pahikung itu. Kami segaja mengunakan segaja mengunakan pakaian kas Sumba, biar membangkitkan kesadaran bahwa sejak dulu leluhur Sumba sudah mengedepankan musyarawah dan mufakat melalui pribadi-pribadi yang terpercaya untuk suarakan aspirasinya, sehingga dalam ksempatan tersebut kami sangat berharap agar masyaqrakat sadar bahwa kita harus bisa berpartisipasi dalam pemilu serta dapat menyukseskan pemilu yang akan datang. Dalam kegiatan ini banyak masyarakat yang antusias dalam menerima pamflet yang dibagikan, bahkan banyak masyarakat yang bersyukur dengan adanya kegiatan ini karena dapat mengingatkan masyarakat untuk tidak golput serta bisa menjaga hati dari pengaruh buruk golput dan politik uang.
Pada akhir kegiatan semua peserta aksi kembali ke Skretarit Stube HEMAT Sumba untuk berkumpul dan evaluasi kegiatan dan mempersiapkan aksi berikutnya di Lewa yang jatuh pada tanggal 05 april sabtu mendatang.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar